![]() |
| RSNU Pasuruan Simulasi Penganganan Saat Terjadi Gempa Bumi |
Simulasi melibatkan seluruh unsur karyawan, mulai dari tenaga medis, nonmedis hingga staf. Skenario diawali dengan simulasi gempa bumi, di mana peserta dilatih melakukan tindakan penyelamatan diri saat guncangan terjadi hingga proses evakuasi.
Setelah skenario gempa, simulasi dilanjutkan dengan penanganan kebakaran dan kebocoran tabung gas. Peserta mendapat kesempatan mempraktikkan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk melakukan pemadaman api pada tahap awal.
Selain itu, peserta juga diberikan praktik penanganan kebocoran tabung gas. Materi dan praktik dalam simulasi tersebut dipandu Ahmad Nur Fuad Khalimi, ahli K3 yang dihadirkan FPRB Kabupaten Pasuruan sebagai trainer.
Ketua FPRB Kabupaten Pasuruan, Aris Felani mengatakan simulasi tersebut diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya personel tertentu.
“Setiap karyawan perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat, sehingga tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat,” ujar Aris.
Menurut Aris, latihan secara langsung diperlukan agar peserta memiliki pengalaman menghadapi situasi darurat. Penggunaan APAR dan penanganan kebocoran gas menjadi bagian dari keterampilan dasar yang perlu dikuasai di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan. Kehadiran BPBD sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, FPRB dan RSNU Pasuruan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Simulasi ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan di lingkungan RSNU Pasuruan. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, setiap unsur rumah sakit diharapkan mampu merespons keadaan darurat secara cepat, terukur dan terkoordinasi.(*)
